Juli 23, 2008...8:45 am

Telepon Murah, Spam Bertambah

Lompat ke Komentar

Sudah beberapa kali ini saya ditelepon 0888 dari esia. Setelah diangkat ternyata isinya suara operator yang menawarkan program ringback tone atau apalah itu namanya. SPAM! Rasanya sangat mengganggu sekali.

Biasanya spam-spam seperti itu dikirimkan via SMS, tapi kali ini via telepon. Sangat mengganggu! Karena panggilan tersebut akan berdering terus sampai menunggu diangkat. Mungkin inilah evolusi baru dari spam. Telephony Spam.

Saya pernah membuat makalah tentang Spam Over IP Telephony (SPIT) saat kuliah Pak Budi. Dan ternyata saya mulai merasakan dampak tersebut. Secara tidak langsung, spam diakibatkan tidak adanya biaya yang diperlukan (alias gratis) oleh pengiklan (spammer) untuk memasarkan produknya. Contohnya mengapa banyak email spam adalah karena media email gratis. Jika berbayar mungkin pengiklan akan berpikir dua kali sebelum mempromosikan iklannya. Nah itulah mungkin yang dimanfaatkan esia, mungkin karena biaya telepon sudah cukup murah esia mengganti media iklannya melalui telepon.

Munculnya VoIP yang menjanjikan komunikasi telepon gratis akan memicu munculnya SPIT ini. Yang pasti telepohony spam lebih menjengkelkan dibanding email spam. Pertama, deringnya akan berhenti hingga pelanggan mengangkatnya atau me-reject-nya (butuh interaksi pelanggan dulu). Kedua, teknik filtering-nya pun berbeda dengan email spam. Jika email spam bisa difilter dari isinya, SPIT susah difilter dari isinya karena isi dari SPIT ini adalah suara live streaming. Susah membedakan antara panggilan spam dan panggilan yang sebenarnya. Tentunya akan ada beberapa teknik filtering baru.

Coba banyangkan jika penyebaran SPIT ini sudah seperti email spam. Malam-malam telepon berbunyi dan isinya hanya panggilan spam! atau telepon berdering setiap 5 menit sekali dan isinya hanya spam! Dimana-mana spam selalu mengganggu..

Itulah maka sebaiknya telepon dan SMS tidak gratis. Murah boleh tapi jangan gratis. Email spam adalah salah satu dampak media yang gratis. Kalau bisa antara biaya dan kulaitas tetap dijaga pada titik tertentu dimana tetap mengutamakan pelanggan tetapi tidak juga mengesampingkan kualitas.

1 Komentar

  • Wah.. saya nerima SMS yang bisa dibilang spam aja udah kesel, gimana kalo dapet telepon spam ya?
    haha..
    Anyway, setuju, saya lebih suka SMS atau telepon berbayar tanpa spam daripada gratis tapi banyak spam.


Tinggalkan Balasan